Perbandingan Kemampuan Menulis Puisi Siswa Mts. Ashhabul Yamin Dan Mts Nurul Huda (Studi Kasus Di Kelas Vii Smp Islamic School Citra Raya Cikupa Dan Siswa Kelas Vii Mts As Habul Yamin Balaraja)

Penulis

  • Asdarina
  • Diana Witasari

Kata Kunci:

kemampuan menulis, puisi, boarding school

Abstrak

Keterampilan berbahasa sangat penting untuk dikuasai. Keterampilan dasar yang perlu dikuasai siswa adalah keterampilan menulis. Kegiatan menulis yang berkaitan dengan bidang sastra salah satunya adalah pembelajaran menulis puisi. Menulis puisi tidak hanya sekadar menulis huruf atau menyalin, tetapi menulis puisi sebagai aspek keterampilan perasaan. Menulis puisi merupakan proses perubahan bentuk pikiran atau perasaan menjadi bentuk tulisan yang indah. Adapun perbedaan kemampuan siswa boarding school dengan siswa sekolah umum sangat banyak salah satunya kemampuan memilih kata atau diksi.

Walaupun sekolah boarding school SMP Islamic School dan MTS As Habul Yamin samasama berbasis Islam tetapi cara penerapan pembelajaran berbeda. Siswa yang sekolah di boarding school lebih terampil dalam menulis salah satunya puisi, karena ketika mereka berada di asrama mereka lebih banyak mengisi waktu luang dengan menulis dan membaca.

Hal tersebut yang menjadikan pembendaharaan kata mereka lebih banyak disbanding disekolah umum. Siswa yang sekolah di sekolah formal biasa tidak terlalu tertarik dengan menulis. Menurut mereka pelajaran bahasa Indonesia adalah satu hal yang membosankan

terutama kegiatan menulis puisi.

Perbedaan kemampuan menulis puisi SMP Islamic School dan MTs As Habul Yamin dapat dilihat nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada hasil menulis puisi siswa boarding school dalam hal ini SMP Islamic School lebih tinggi yaitu 83, sedangkan pada sekolah formal biasa yang berbasis islam yaitu MTs As Habul Yamin nilai rata-ratanya masih kurang yaitu 69. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan guru bahasa Indonesia di kedua sekolah tersebut agar memberi motivasi kepada siswa agar tidak mengabaikan pembelajaran sastra khususnya menulis puisi.

Referensi

Arikunto, Suharsini, Suhardjono, dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsini. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Basrowi & Suwandi. 2008. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdiknas. 2006. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Jakarta: BSNP.

Djamarah, S.B dan Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Jabrohim, dkk. 2009. Cara Menulis Kreatif Puisi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Keraf, Gorys. 2008. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Madya, Suwarsih. 2007. Teori dan Praktik Penelitian Tindakan, Action Research. Yogyakarta: Alfabeta.

Moleong, Lexy. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja.

Nurgiyantoro, Burhan dkk. 2009. Statistik Terapan. Yogyakarta: Gajah Mada Press.

__________. 2012. Penilaian Pembelajaran Bahasa. Yogyakarta: BPFE.

Pradopo, Rachmat Djoko. 2007. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Sayuti, Suminto A. 2000. Semerbak Sajak. Yogyakarta: Gama Media.

_________ 2008. Berkenalan dengan Puisi. Yogyakarta: Gama Media.

Sudjana, Nana dan Ibrahim. 1998. Penelitian dan Penilaian Pendidikan, Bandung : Angkasa.

Sutardi, dkk. 2012. Penulisan Sastra Kreatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menulis sebagai Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Teeuw, A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra, Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.

Waluyo, J. Herman. 1995. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.

__________ 2005. Apresiasi Puisi untuk Pelajar dan Mahasiswa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Wiesendanger, Khaterine D. 2001. Strategies for Literacy Education. Ohio: Alfred University.

Wiyatmi. 2006. Pengantar Kajian Satra. Yogyakarta: Pustaka.

Unduhan

Diterbitkan

01-09-2019

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>