ANALISIS LATIHAN SHUTTLE RUN TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KECEPATAN LARI JARAK PENDEK (SPRINT) ATLET ATLETIK PADA TINGKAT SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN PANDEGLANG

Penulis

  • Muhammad Ivan Miftahul Aziz STKIP MUTIARA BANTEN
  • Dayan Herdiana STKIP Mutiara Banten
  • Ahmad Muhardi STKIP Mutiara Banten

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengathui dan menganalisis dengan menguji pengaruh  latihan  shuttle run  terhadap peningkatan  kecepatan  lari  sprint  atlet atletik pada tingkatan sekolah dasar. Metode penelitian yang akan dipergunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SDIT  Irsaydul  Ibad Pandeglang yang mengikuti ekstrakulikuler atletik yang  berjumlah  24  siswa. Penelitian ini menggunakan desain “The Matching Only-Pretest-Posttest Control Group Design”. Intrumen yang digunakan dalam penelitian adalah 60 Metre Speed Test. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, terjadi pengaruh yang signifikan dari model latihan  shuttle run terhadap kecepatan lari sprint atlet dengan taraf signifikansi 0.00, kemudian terdapat perbedann peningkatan antara model latihan shuttlerun dibandingkan dengan model latihan konvensional, dengan taraf signifikansi 0.03 dengan nilai Gain Shuttle Run = 0,357 > Nilai Gain Konvensional = 0,311.

Referensi

Bompa, T.O. 2009. Periodization: Theory and Methodology of Training. 4th Ed. Champaign, Ill. : Human Kinetics;

Endang Sepdanius, Muhamad Sazeli Rifki, Anton Komaini. 2019. TES DAN PENGUKURAN OLAHRAGA. 1st ed. Vol. 1. Raja Grafindo Persada.

Fathoni, Amirudin, and Hari Amirullah Rachman. 2020. “Effect of Sprint Training Exercise, Shuttle Run and Prevention on Base Softball Running Speed Among High School Students.” Acta Facultatis Educationis Physicae Universitatis Comenianae 60 (1): 32–43. https://doi.org/10.2478/afepuc-2020-0003.

Fraenkel, Jack R., and Norman E. Wallen. 2013. “How to Design and Evaluate Research in Education.” Journal of Chemical Information and Modeling 53 (9): 1689–99. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004.

Mackenzie, Brian. 2008. 101 Tests D’Évaluations.

Mero, A., P. V. Komi, and R. J. Gregor. 1992. “Biomechanics of Sprint Running: A Review.” Sports Medicine 13 (6): 376–92. https://doi.org/10.2165/00007256-199213060-00002.

Permendikbud. 2016. “Panduan Teknis Kegiatan Ekstrakurikuler Di Sekolah Dasar,” 92.

Qorry Armen Gemael dan Febi Kurniawan. 2020. “Hubungan Kekuatan Otot Tungkai Dan Sudut Tapak Kaki Dengan Kecepatan Lari 50 Meter.” Pendidikan Kepelatihan Olahraga 12 (2): 41–47.

Rukmana, Anin. 2011. “Pembelajaran Pendidikan Jasmani Di Sekolah Dasar.” JURNAL, Pendidikan Dasar 9 (1): 4.

Setyo Budiwanto. 2012. Metodologi Latihan Olahraga. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang.

Suchomel, Timothy J., Sophia Nimphius, and Michael H. Stone. 2016. “The Importance of Muscular Strength in Athletic Performance.” Sports Medicine 46 (10): 1419–49. https://doi.org/10.1007/s40279-016-0486-0.

Tanika, Lisa. 2009. Panduan Teknis Jardiknas.

Wibowo, Yuyun Ari &, and Fitria Dwi Andriyani. 2015. “Pengembangan Ekstrakurikuler Olahraga Sekolah.” Yogyakarta: UNY Press, 38–39. http://staffnew.uny.ac.id/upload/198305092008121002/penelitian/pengembangan-ekstrakurikuler-olahraga-sekolah.pdf.

Unduhan

Diterbitkan

22-03-2022

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.