Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Lempar Lembing Dengan Menggunakan Modifikasi Lembing Di Kelas Vii Mts Nurul Falah Tunjung Ketug Kab. Serang

Penulis

  • N. Komariah
  • Amniatusshalihat

Kata Kunci:

Modifikasi Lembing, Dan Hasil Belajar Lempar Lembing

Abstrak

Atletik mempunyai peranan penting terhadap cabang-cabang olahraga karena gerakan-gerakannya merupakan gerakan dari seluruh gerakan olahraga. Salah satunya nomor lempar. Proses pembelajaran atletik pada nomor lempar bagi siswa sangat tidak mudah dilakukan, karakteristik siswa yang masih belum mampu menguasai peralatan lempar lembing akan mempengaruhi factor keselamatan peralatan, serta sulit untuk mengajarkan teknik nomor lempar yang rumit.

Oleh akrena itu alat pembelajaran perlu dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat mempermudah siswa untuk bisa belajar dan memahami gerak dasar lempar lembing.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah penerapan modifikasi lembing dapat meningkatkan hasil belajar lempar lembing pada siswa kelas VII MTs Nurul Falah Tunjung Ketug. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah apakah modifikasi lembing dapat meningkatkan pembelajaran lempar lembing pada siswa kelas VII MTs Nurul Falah Tunjung Ketug.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Nurul Falah Tunjung Ketug sebanyak 35 orang. Setelah dilakukan pengolahan dan analisis data didapatkan hasil siklus I siklus II memperoleh yaitu 22 orang mengalami peningkatan sebesar 85 %, 2 orang atau sebesar 10% tetap, dan 1 orang mengalami penurunan atau sebesar 5%. Dari hasil analisis dan penghitungan data, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan modifikasi lembing dapat meningkatkan hasil belajar lempar lembing pada siswa kelas VII di MTs Nurul Falah Tunjung Ketug

Referensi

Arikunto, Suharsimi. 2002. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:Rineka Cipta.

Aip Syaifuddin(1992). Keterampilan Atletik. Jakarta.

Depdiknas, 2001, KBK: Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani untuk SD, Jakarta: Balitbang- Depdiknas.

Dirjen Olahraga, 2002, Kumpulan Permainan Olahraga Tradisional, Jakarta: Ditjen Olahraga, Depdiknas.

Depdikbud 1994.Kamus Besar Bahasa Indoneasia, Jakarta Balai Pustaka 1995 Tes Kesegaran Jasmani Indonesia untuk Anak Umur 10 – 12 Tahun, Jakarta :Pusat Kesegaran jasmani dan Rekreasi

Harsono. 1988. Aspek-aspek Psikologi dalam Coaching. Jakarta: CV. Tambak

International Amateur Athletic Federation.1996. Pengenalan Kepada Teori Pelatihan. Jakarta

Jarver, Jess. 1982. Belajar dan Berlatih Atletik. Bandung. Pionir.

Kosasih. 1985. Pembelajaran Atletik.

Muhadi. 199/1992. Pendidikan Jasmani. Jakarta: Depdikbud. Dirjendikti. Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan

M. sajoto , 1993. Pendekatan Keterampilan atletik. Jakarta

-----------.(2000). Panduan Kepelatihan. Jakarta: KONI

RusliLutan, 1988 Belajar Ketrampilan Motorik, Jakarta :Balai Pustaka

Sudjana, M.A (1992). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito

Singgih Santoso, 2005, Ststistik Parametrik, Jakarta ,PTElex Media Komputindo

Soekarman, R, 1989, Perkembangan ketrampilan pada Anak dan Remaja; Makalah. Ujung Pandang Simposium Nasional

Sugiyono. 2003. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Unduhan

Diterbitkan

01-09-2018